JPU dan PENGACARA Terdakwa Dalam Analisis Yuridis Yang Berbeda.

JPU dan PENGACARA Terdakwa Dalam Analisis Yuridis Yang Berbeda.

408
0

Ujung Tanjung. Tutelah.com Kasus Pembunuhan tewasnya Tiga orang sekaligus dan satu orang cacat seumur hidup yang dilakukan oleh Terdakwa Samidun Sailan (55) mantan TNI ini sempat membuat heboh masyarakat Rokan Hilir pada september 2014 lalu atas kejadian ini, Terdakwa dalam menghabisi para Korban ini terungkap dengan mengunakan senjata api Pistol yang dimilikinya.

Hingga Senin (23/3) Pengadilan Negeri Ujung Tanjung sudah menggelar sidang Kasus ini sampai tahap pembacaan Replik (jawaban ) dari JPU atas nota pembelaan dari Penasehat Hukum Terdakwa pada sidang minggu lalu dari Penasehat Hukum Kantor advocat Cutra Andika and Fatner.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Setelah JPU selesai membacakan Replik nya yang intinya tetap mempertahankan sesuai dengan dakwaan , kembali Ketua Majelis Hakim Ruddi P. Palawi SH dan anggotanya Zia Ul Jannah SH ,dan Dewi Hesti Andriani SH, memberitahukan kepada JPU dan Penasehat Hukum Terdakwa untuk sidang selanjutnya pada hari senin (31/3) mendatang dalam agenda Putusan.

Diluar sidang Penasehat Hukum Terdakwa mengatakan kepada beberapa media dalam tindak Pidana pembunuhan yang didakwakan JPU kepada Terdakwa Menurut hemat kami tidak terbukti secara sah dan menyakinkan , nah yang menurut kami terbukti adalah tindak pidana Penganiayaan yang mengakibatkan kematian , akan tetapi terhadap tindak pidana Pembunuhan itu klien kami tidak dapat dimintai pertanggungjawabannya secara hukum ” tegas Cutra Andika SH.
Karena Kondisi kebatinan terdakwa pada waktu itu, berdasarkan fakta- fakta persidangan yang benar dipersidangan adalah dalam rangka pembelaan diri karena terpaksa. Artinya saat itu terdakwa di keroyok oleh para korban sebanyak empat orang dengan menggunakan 2 bilah Parang, dan posisi klien kami sudah terpojok tidak ada lagi tempat untuk melarikan diri, karena dibelakang klien kami ada galian parit besar , sehingga secara spontan Terdakwa meletuskan senjata api tersebut, dan niat membunuh dan menganiaya itu tdak ada.
Jelas Penasehat hukum terdakwa.

#Rekomendasi :   Buya Syafii Geram dengan Sepak Terjang Bareskrim

Namun dalam kepemilikan senjata api dan amunisinya terdakwa secara tidak sah tanpa izin , kami sepakat terdakwa Bersalah , untuk itu Terdakwa seharusnya dihukum dengan UU Daruruat sipil itu.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] ” Ujarnya.
Oleh karenanya kami memohon kepada majelis Hakim untuk memberikan keringanan Hukuman kepada Terdakwa.

Maka dalam hal ini menurut kami JPU yang menuntut klien kami selama 14 tahun kurang propesional karena mengabaikan fakta- fakta dalam persidangan , saksi- saksi dan barang bukti lainnya.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] ” Jelasnya.

Hal yang sama juga JPU Hendra Praja. SH menjelaskan dalam analisis Yuridisnya JPU, Bahwa unsur Pidana kepada Terdakwa telah Terpenuhi dan terbukti berdasarkan fakta-yang terungkap dalam persidangan berupa saksi sembilan orang.
Visum, dan berita acara Lab, dan Barang bukti senjata api dan amonisinya.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] ” Jelasnya.

Hendra Praja SH menambahkan didalam dakwaan kita ada buat pasal 338 KUHP melakukan perbuatan pembunuhan dengan menggunakan senjata api.sedangkan pasal 340 KUHP itu kita tidak buat karena dalam rekonstruksi yang lalu Terdakwa tidak terbukti ada perencanaan ,terdakwa melakukan itu dengan spontan. oleh karenanya kita menuntut terdakwa dalam pokok perkara Pembunuhan pasal 338 KUHP dan 351 KUHP,” Jelasnya.Jadi kita sudah pertimbangkan dakwaan terdakwa tersebut, Majelis Hakim nanti akan mempertimbangkan fakta-fakta yang ada dipersidangan ” Pungkasnya.anggi.sng
[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″]

hkm[tooltip type=”box” html=”Input Your Content Here” box_background_color=”#eeeeee” box_opacity=”0.95″ box_padding=”10″ box_border_color=”#3F3F3F” box_border_width=”1″ box_border_radius=”0″ id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb” /]