PDIP: Mau Apalagi? Budi Gunawan Sebentar Lagi Kapolri

PDIP: Mau Apalagi? Budi Gunawan Sebentar Lagi Kapolri

426
0

hastoJakarta[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] – Tengah malam Jumat telah berlalu, para Ketua Umum partai politik pendukung Presiden Joko Widodo yang telah berkumpul di rumah Ketua Umum PDIP telah setuju untuk mendukung tersangka kasus rekening gendut, Komjen Pol Budi Gunawan, menjadi Kapolri yang baru.

“Kan (prosesnya) sudah di DPR‎, mau apa lagi? Secara politik sudah berjalan sesuai Undang-undang. Ya sebentar lagi kita ada Kapolri baru,” kata Sekjen (Plt) PDIP Hasto Kristiyanto di rumah Megawati, Jumat (16/1/2014) dini hari pukul 01.00 WIB.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Hasto ikut dalam pertemuan dengan Megawati dan Ketum Partai NasDem Surya Paloh. Sebelumnya, pada siang hari, Megawati juga dikunjungi Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum Partai Hanura Wiranto.

Hasto menegaskan, Presiden Joko Widodo telah mengusulkan nama calon Kapolri sesuai pertimbangan Kompolnas‎ dan meneruskan prosesnya ke DPR. Kemudian DPR lewat rapat paripurna menyetujui pilihan Jokowi.

“Tentunya Presiden telah menindaklanjuti putusan DPR itu,” kata Hasto.

Meski demikian, para Ketum pendukung Jokowi yang juga tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) itu juga tetap menghormati proses hukum terhadap Budi di KPK. Hanya saja, Hasto mengemukakan pertanyaan.

#Rekomendasi :   DI PONIS BEBAS 'EVA MENJERIT ......LALU PINGSAN

“‎Kenapa yang muncul satu orang tapi si pemberi (gratifikasi) tidak, lalu tidak sempat pemanggilan saksi, lalu Pak Budi belum ada pemeriksaan (kemudian jadi tersangka)?” ujar Hasto.

Menurut Hasto, seluruh partai pendukung Jokowi kompak mendukung Budi. Hasto malah menengarai adanya pihak yang mencoba ‘memancing di air keruh’‎ membentur-benturkan internal Polri yang selama ini solid. Hasto tak menyebut siapa pihak yang bertindak demikian.

“‎Seluruh partai kan kompak, tapi mungkin ada pihak yang tidak menjadi bagian dari calon menteri. Tapi kami tidak melihat proses ini,‎” ujarnya.

Hasto tak sepakat bila melajunya tersangka kasus transaksi mencurigakan ke kursi Kapolri itu dipandang sebagai preseden buruk penegakan hukum di Indonesia. Justru menurutnya, penegakan hukum itu harus sesuai etika.

“Tak bisa seseorang seolah-olah politik kejar tayang, niatan awalnya untuk penegakan hukum, ini telah bermain politik dan menyebabkan suatu institusi tidak kohesif lagi,” kata Hasto.‎

[tooltip type=”box” html=”Input Your Content Here” box_background_color=”#eeeeee” box_opacity=”0.95″ box_padding=”10″ box_border_color=”#3F3F3F” box_border_width=”1″ box_border_radius=”0″ id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb” /]

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.