Aktivis Kritik MUI karena Terkesan Berpolitik, Ini Alasannya…

Aktivis Kritik MUI karena Terkesan Berpolitik, Ini Alasannya…

124
0
Aktivis Kritik MUI karena Terkesan Berpolitik, Ini Alasannya...
Aktivis Kritik MUI karena Terkesan Berpolitik, Ini Alasannya...

[ad_1]

Berita Riau Niaga, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia sedang mendapatkan sorotan. Bukan hanya soal masalah dana sertifikasi halal, tetapi juga dalam menanggapi polemik Ahok tentang kasus penistaan agama.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Aktivis hak asasi manusia (HAM) dari Setara Institute Bonar Tigor Naipospos yang menilai bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah berpolitik. Menurut Bonar, hal itu terlihat ketika MUI mengeluarkan surat rekomendasi yang menyebut Ahok telah menista Alquran terkait pernyataannya yang mengutip Surat Almaidah ayat 51 di saat kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Menurut Bonar, surat yang dikeluarkan MUI bukan fatwa agama. Selain itu, surat MUI juga bernuansa politik karena dikeluarkan beberapa saat setelah sebelumnya lembaga para ulama itu menerima kunjungan calon gubernur DKI dari Koalisi Cikeas Agus Harimurti Yudhoyoni.

“Karena Agus Harimurti datang ke kantor Ma’ruf Amin (ketua umum MUI, red), ada dugaan kuat itu (rekomendasi soal Ahok, red) program tersendiri. Setara mengatakan MUI berpolitik,” kata Bonar pada diskusi bertema Posisi MUI dalam Hukum Islam dan Hukum Indonesia di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (16/10/2016).

#Rekomendasi :   Pilkada Jakarta 2017: Bawaslu Imbau Publik Tenang soal Kasus Surat Al Maidah

Bonar mengakui, MUI memang memiliki hak dan kewenangan untuk mengeluarkan fatwa. Namun, Bonar meminta agar fatwa yang dikeluarkan tidak bersifat diskrimijatif, menyulut kebencian, bahkan yang lebih parah berkeinginan menihilkan.

Seharusnya, kata Bonar, MUI bersikap netral dengan memberi arahan atau petunjuk tafsiran dari surat Al Maidah ayat 51 tersebut. “Itu lebih elegan dan lebih baik dilakukan MUI,” tegasnya. Karenanya Bonar berharap MUI bisa berhati-hati. “Sebagai lembaga yang sudah kuat, seharusnya memberikan pencerahan, bukan ikut-ikutan memberikan problem-problem kebangsaan yang lebih rumit,” katanya.(dna)
[ad_2]

Visit web sumber : KLIK DISINI

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.