Nama Jalur (Perahu Panjang) Lebih Populer dari Bahasa Indonesia

Nama Jalur (Perahu Panjang) Lebih Populer dari Bahasa Indonesia

287
0
Nama Jalur (Perahu Panjang) Lebih Populer dari Bahasa Indonesia
Nama Jalur (Perahu Panjang) Lebih Populer dari Bahasa Indonesia

[ad_1]

Berita Riau Niaga, PERHELATAN  tradisi lomba pacu jalur yang ada di tepian Nerosa Teluk Kuantan Kab. Kuantan Singingi Riau telah usai. Tradisi yang telah ada sejak ratusan tahun dan masih ada sampai dengan saat ini. Tradisi yang dulunya untuk membawa hasil panen pertanian dan menjadi pertunjukan pada ratu Belanda.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Setelah kemerdekaan Indonesia diadakan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia.

Tradisi pacu jalur diadakan pada tanggal 25 s.d 28 Agustus 2016. Jalur andalan orang Pangean, Kab. Kuantan Singingi, Siposan Rimbo RAPP keluar sebagai juara 1 dan berhasil mengalahkan jalur andalan Kab. Indragiri Hulu, Dewi Putri Datuk Lintang.

Tradisi pacu jalur memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kuantan Singingi. Ketika bunyi cagak(meriam) dibunyikan, seluruh penjuru tepian nerosa akan penuh sesak dengan ribuan manusia yang ingin secara langsung menyaksikan jalur yang berpacu. Tetapi, dari banyaknya jalur yang berlaga ditepian nerosa, ada beberapa hal yang menarik dilihat dari jalur itu sendiri.

Setiap jalur memiliki nama yang mencirikan dari bahasa daerah masing-masing. Seperti dari bagian Hulu Kuantan Singingi ada jalur dengan nama Palimo Olang Putie desa Sungai Alah. Kemudian di Kuantan Tengah ada jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo,
kemudian ada Pangeran Salendang. Itulah sebagian kecil nama-nama jalur
yang ada. Dari sebagian kecil dapat kita melihat penggunaan bahasa
daerah yang lebih popular dibandingkan bahasa Indonesia pada pemberian
nama jalur.

Tetapi, tidak semua jalur menggunakan bahasa daerah.
Ada beberapa daerah yang memberi nama jalur menggunakan bahasa
Indonsia. Bintang Emas Cahaya Intan, serta Tombak Sakti, beberapa nama
jalur yang masih tetap menggunakan bahasa Indonesia.

Penggunaan
bahasa daerah pada nama jalur tidak terlepas dari peran tokoh masyarakat
maupun masyarakat daerah itu sendiri, melalui rapat jalur memutuskan
apa nama jalur yang membawa keberuntungan untuk dilombakan di tepian
Nerosa Teluk Kuantan. Tetapi, tradisi jalur dan pemberian nama jalur
memiliki kekuatan mistik tersendiri bagi pawang (dukun) jalur. Setiap
pawang jalur akan menjaga dan memberi mantra pada jalur yang akan
berpacu, mantra yang diucapkan memiliki kepercayaan tersendiri bagi
pawang jalur untuk melihat dan menguji apakah mantra yang diucapkan
berfungsi pada jalur tersebut.

#Rekomendasi :   UJIAN NASIONAL Tingkat SD 2015

Berdasarakan semua hal tersebut,
kembali kita melihat arti dan fungsi dari pemberian nama jalur pada
masing- masing daerah. Ketika bahasa daerah sudah populer dari bahasa
indonesia  dan sudah menjadi tradisi turun temurun pada masyarakat
kuantan singingi, dan menjadi hal yang mistik bagi para pawang jalur.
Bagaimana cara kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki bahasa
persatuan bahasa Indonesia untuk menyikapi hal tersebut?

Kita
melihat seperti 2 sisi mata uang yang saling berkaitan dan tidak dapat
dipisahkan. Dari satu sisi kita melihat ini merupakan tradisi dan
memberikan nama jalur adalah hal yang sakral bagi pawang dan masyarakat.
Sedangkan sisi lainnya ketika bahasa yang digunakan tidak bahasa
Indonesia, wisatawan dari daerah lain akan kebingungan dengan arti dari
nama jalur tersebut. Tetapi, itulah uniknya tradisi pacu jalur yang ada
di Kuantan Singingi, dengan adanya penggunaan bahasa daerah pada nama
jalur akan memiliki daya Tarik tersendiri bagi wisatawan untuk melihat
acara pacu jalur di tepian nerosa.***

Rezali Yudistiranda, guru bahasa Indonesia SMAN 1 Teluk Kuantan.

[ad_2]

Visit web sumber : KLIK DISINI

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.