Universitas Islam Negeri Suska Mengajar (USM) 18 Anak Desa Tertinggal Disekolahkan

Universitas Islam Negeri Suska Mengajar (USM) 18 Anak Desa Tertinggal Disekolahkan

129
0
Universitas Islam Negeri Suska Mengajar (USM) 18 Anak Desa Tertinggal Disekolahkan
Universitas Islam Negeri Suska Mengajar (USM) 18 Anak Desa Tertinggal Disekolahkan

[ad_1]

Berita Riau Niaga, KOTA PEKANBARU – Universitas Islam Negeri Suska Mengajar (USM) menyekolahkan 18 anak desa tertinggal.  Dilakukannya ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan di Riau. Sebanyak 18 anak tersebut disekolahkan di salah satu pesantren di Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru. Bahkan ada yang di didik di Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.Ahlun Nahar, salah seorang senior USM mengatakan,  program tersebut dilaksanakan sebagai pengajaran bentuk pengabdian mahasiswa. Yang mana mahasiswa nantinya diharapkan  bisa memberikan ilmu pengetahuan dibangku kuliah di tengah masyarakat.

“Tahun 2016 ini sudah 18 anak Desa Rantau Langsat, Indragiri Hulu yang disekolahkan. Dananya berasal dari sumbangan mahasiswa dan kampus,” ujarnya kepada Riau Pos, Jumat (14/10).

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Dia mengaku, semangat adek mahasiswa luar biasa dalam program itersebut. “Kami senior dan pendiri USM punya program yakni menyekolahkan mereka di pondok pesantren.

Tujuanny setelah tamat mahasiswa bisa mengajar kembali di daerahnya,” jelasnya.
Sementara untuk biaya sekolah anak-anak tersebut, kata dia, USM melakukan penggalangan dana dengan meminta sukarela Rp 1000 kepada mahasiswa setiap bulan.

“Sebelumnya kami meminta persetujuan dari kampus. Kalau minta bantuan pemerintah terlalu panjang urusannya. Kami juga punya program jangka panjang yaitu mendirikan pesantren di desa. Alhamdulillah sudah dapat tanah hibah. Kalau tidak salah 20 hektare tanah hibah dari masyarakat di Desa Rantau Langsat, ” ungkap Nahar.(ilo)

[ad_2]

Visit web sumber : KLIK DISINI

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.