Sedihnya… Suka Cita Malam Lepas Lajang, Jadi Duka

Sedihnya… Suka Cita Malam Lepas Lajang, Jadi Duka

242
0
Sedihnya... Suka Cita Malam Lepas Lajang, Jadi Duka (Ilustrasi)
Sedihnya... Suka Cita Malam Lepas Lajang, Jadi Duka (Ilustrasi)

[ad_1]

Berita Riau Niaga, TAPANULI TENGAH – Padahal besoknya akan melangsungkan pernikahan. Lazimnya yang dilakukan di daerah mereka, Jakkon Purba (48) pun melaksanakan acara pesta melepas lajang di Desa Sosorgotting Kecamatan Andam Dewi Tapanuli Tengah Sumatera Utara. Dia menghembuskan nafas terakhir setelah jatuh dan tergeletak di tanah ketika pesta sedang berlangsung.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Kejadian yang terjadi Selasa (11/10/2016) malam itu sontak merubah seluruh suasana sukacita menjadi dukacita terutama bagi Eniati Sitanggang (25), calon istri almarhum. Dia hanya bisa menangis, merenung dan menatap dalam ke arah jenazah pria yang dicintainya sudah terbujur kaku di hadapannya.

Informasi dihimpun wartawan Riau Pos Group dari lokasi kejadian, pesta itu dimulai pukul 21.00 WIB. Pesta itu diikuti para pemuda di kampung itu. Tradisi di sana memang begitu. Malam sebelum seseorang menikah, mereka menggelar pesta lajang.

Seperti keterangan L Purba (29), adik kandung almarhum, sebelumnya semua keluarga sedang berkemas mau memulai acara pembukaan malam hiburan pra pernikahan untuk kedua mempelai. Saat itu almarhum sudah berkemas dan siap mengikuti acara malam itu. Tidak ada tanda-tanda almarhum kurang sehat. Ia tampak biasa saja dan siap melangsungkan acara.

Usai acara hiburan dibuka dengan tortor, dia pun duduk di pelaminan untuk kemudian disandingkan dengan calon mempelai wanita. Diketahui, calon mempelai wanita tinggal di palumean (rumah pengurus gereja) yang jaraknya tidak jauh dari rumah korban, hanya sekitar 50 meter.

Dan, hanya tinggal memanggil mempelai wanitanya untuk duduk besanding di pelaminan untuk mengikuti acara, tiba-tiba almarhum jatuh. Para pemuda seketika mencoba menyadarkannya dan menggotongnya ke rumah. Saat itu kondisinya sangat lemah. Dan, saat itu ia masih sempat berbicara dengan suara yang sangat pelan, namun lambat laun tak bersuara lagi dan kemudian meninggal dunia.

#Rekomendasi :   Berita Indra Giri Hilir - Inhil

Dan, Rabu (12/10/2016) pagi, waktu yang seharusnya penuh dengan senyuman, kini berganti menjadi tangisan. Warga yang seharusnya menyampaikan ucapan selamat, kini berganti dengan mengungkapkan rasa dukacita mereka.

Amatan wartawan, sejumlah tamu, apalagi yang datang dari luar desa tersebut, tampak terkejut melihat rumah korban dipenuhi para pelayat. Ibunda Jakkon Purba, boru Pasaribu (78), tampak duduk terkulai di sisi jenazah anaknya dan menyalami para pelayat.

Sesekali ia memeluk anaknya yang tebaring kaku, menyandarkan kepalanya di dada anaknya itu. Pelayat pun turut larut dalam pilu. Sembari menangis, mereka menyampaikan kata-kata penghiburan kepada ibu korban.

Salah seorang pelayat, S Porman (24), yang juga hadir pada acara malam  itu mengaku sangat kaget menyaksikan tragedi itu. Saat acara hendak dimulai, pengantin pria sudah digotong ke rumah dalam kondisi lemas dan akhirnya meninggal dunia.

Salah seorang kerabat korban menambahkan, Eniati Sitanggang (25), calon istri almarhum, langsung syok ketika melihat calon suaminya sudah digotong ke rumah dan meninggal dunia. Padahal, mereka belum sempat duduk bersanding untuk memulai acara. Dia tak banyak bicara, hanya duduk terkulai dan tampak pasrah. Dia pun dibawa sementara oleh warga untuk menenangkannya.(gp)
[ad_2]

Visit web sumber : KLIK DISINI

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.