Hujan Buatan di plta Tunggu Usul PLN

Hujan Buatan di plta Tunggu Usul PLN

206
0
Akibat Kemarau Panjang, PLTA Koto Panjang Berhenti Operasi
Akibat Kemarau Panjang, PLTA Koto Panjang Berhenti Operasi

[ad_1]

Berita Riau Niaga, PEKANBARU – Tak adanya hujan di wilayah PLTA Koto Panjang membuat debit air waduk di sana berkurang. Hal ini menjadi penyebab PLTA Koto Panjang berhenti beroperasi sejak Sabtu (8/10) lalu. Sebagai solusi agar pembangkit listrik itu kembali beroperasi, waduk PLTA harus memiliki  debit air. Oleh sebab itu diperlukan hujan buatan di daerah tangkapan air.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Terkait hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyebut proses Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan di wilayah PLTA Koto Panjang sepenuhnya berdasarkan usulan permintaan PLN. Sebab, pelaksana proses tersebut sesuai tugas pokok dan fungsi adalah kewenangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger.

“Kami melaksanakan di daerah setelah kesepakatan BNPB dan BPPT. Jadi untuk itu (hujan buatan PLTA, red) memang tergantung usulan permintaan PLN ke BPPT,” ujarnya.

Proses TMC yang dilakukan BPBD yang tergabung dalam tim Satgas Siaga Darurat Karhutla, diakuinya memang belum mengarah ke wilayah sekitar PLTA Koto Panjang.

Sehingga jika pihak PLN ingin merangsang kondisi hujan buatan di wilayah tersebut agar kekeringan di PLTA tidak berlarut, maka harus melakukan koordinasi dengan BPPT dimaksud.

Dikatakan Edwar Sanger, pascakoordinasi dengan Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di wilayah Riau sedang tak menentu. Sehingga setelah sempat diguyur hujan beberapa pekan lalu setiap malam, kini kembali kemarau lagi.
Sementara Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Syahrial Abdi belum mengetahui informasi lebih jelas soal kekeringan di PLTA Koto Panjang.

#Rekomendasi :   Akibat Kemarau Panjang, PLTA Koto Panjang Berhenti Operasi

“Belum ada koordinasi dari PLN soal itu,” ujarnya kepada Riau Pos Senin (10/10).
Di sisi lain Kepala UPT Hujan Buatan BPPT RI F Heru Widodo yang coba dikonfirmasi malam tadi terkait apakah PLN WRKR sudah mengusulkan permintaan TMC di wilayah PLTA, belum memberikan keterangan resmi setelah dihubungi beberapa kali.

Minta Pemerintah Serius
Di tempat terpisah, Ketua Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL ) Riau Aryan Lioni Putra mengatakan krisis air di waduk PLTA Koto Panjang jangan dianggap perkara enteng. Karena ini harusnya menjadi perhatian semua pihak terutama pemerintah. Kalau perlu sama pentingnya seperti menanggulangi asap di Riau.

“Karena ini mempunyai dampak yang lebih besar. Yakni kelangsungan sumber daya listrik, kehidupan orang banyak seperti petani kerambah dan segi kehidupan masyarakat lainnya.

Pemerintah harus serius soal ini,“ ujarnya kepada Riau Pos di Bangkinang, kemarin (10/10).

Keringnya waduk ini merupakan ulah tangan manusia. Termasuk ulah tidak benarnya sistem dan kebijakan. Karena harusnya Kampar bisa menjaga kondisi tangkapan air ini.

Pembangunan waduk tentunya sudah dengan pemikiran dan perencanaan yang matang. “Kalau hari ini sampai berhenti operasi maka ada sesuatu yang salah. Karena kita tidak bisa menjaga hutan ini,” ujarnya.

Menurut Aryan, harusnya pemerintah, baik Pemkab Kampar maupun Pemrov Riau harus membuat kebijakan khusus soal kawasan hutan di hulu waduk. Yakni harus lebih tegas dan lebih komitmen.

“Selama ini memang sering dilakukan penanaman, namun jarang ada pemeliharan hutan ditanam juga namun yang gundul dibiarkan juga,” ujarnya.(egp/rdh)

[ad_2]

Visit web sumber : KLIK DISINI

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.