Sedikit yang Tes IVA, Dokter Lydia Bangun Klinik Ramah Wanita

Sedikit yang Tes IVA, Dokter Lydia Bangun Klinik Ramah Wanita

140
0
Sedikit yang Tes IVA, Dokter Lydia Bangun Klinik Ramah Wanita
Sedikit yang Tes IVA, Dokter Lydia Bangun Klinik Ramah Wanita

[ad_1]

Berita Riau Niaga, Jakarta Inovasi dokter Lydia Fasha membuat Klinik Ramah Wanita di Puskesmas Bumi Ayu, Kota Dumai, Riau, sukses mengantarnya meraih penghargaan di tingkat nasional. Lydia terpilih menjadi salah satu tenaga kesehatan teladan (Nakes Teladan) dari 216 tenaga kesehatan lain dari Kementerian Kesehatan pada pertengahan Agustus 2016 lalu.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Inovasi yang dibuat Lydia berawal dari keheranannya melihat sedikitnya wanita yang melakukan tes Inspeksi Visual Asam (IVA). Pada 2014, pemeriksaan tes IVA di Puskesmas Bumi Ayu hanya sekitar 0,42 persen dari target. Padahal tes ini merupakan cara paling murah dan mudah dalam mendeteksi kanker bahkan lesi prakanker serviks.

Tak hanya tes IVA, angka tes Clinical Breast Examination (CBE) juga rendah. Padahal pemeriksaan ini bisa mendeteksi kelainan-kelainan yang ada pada payudara wanita dan kanker payudara tahap dini.

Wanita yang bertugas sebagai Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat di puskesmas ini pun mencoba mencari tahu penyebab rendahnya angka deteksi dini wanita tersebut.

“Ternyata sebagian besar wanita takut dan malu diperiksa. Misalnya tes IVA itu kan memeriksa bagian intim wanita,” kata dokter Lydia dalam sambungan telepon kepada Liputan6.com ditulis Selasa (11/10/2016).

Berdasarkan hal inilah dokter Lydia memutar otak apa yang bisa dilakukan agar angka kunjungan tes IVA dan CBE meningkat. Tercetuslah ide membuat sebuah klinik yang ramah wanita. Akhirnya pada 2015 terwujudlah Klinik Ramah Wanita di Puskesmas Bumi Ayu.

“Kami membuat klinik ini agar nyaman bagi wanita. Sengaja dipilih letaknya di pojokan sehingga tidak sering dilewati orang. Lalu ruangannya juga tertutup. Tenaga-tenaga yang bertugas pun terlatih. Kami juga memberi penjelasan bahwa hanya ada ibu dan petugas kesehatan saja saat pemeriksaan,” jelas Lydia.

#Rekomendasi :   Haruskah Pria Rutin Cek Kanker Payudara?

Tak hanya pemeriksaan IVA dan CBE, di Klinik Ramah Wanita juga melakukan konseling tentang kanker payudara dan serviks. Serta ada pelatihan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

Selain itu ada juga terapi krioterapi yakni metode pengobatan khusus untuk merusak sel kanker pada serviks menggunakan dry ice dan alat khusus.

Klinik Ramah Wanita di Puskesmas Bumi Ayu, Dumai. (Foto: Puskesmas Bumi Ayu)

Tak sekadar mendirikan Klinik Ramah Wanita, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara ini juga membentuk klub-klub kesehatan di setiap kelurahan. Tenaga kesehatan puskesma bekerjasama dengan kader posyandu balita, posyandu lansia, kader posbindu untuk menjalankan klub-klub kesehatan tersebut.

Para kader kesehatan tersebut bertugas menyampaikan informasi mengenai pemeriksaan IVA dan SADARI. Tak lupa mengenai proses yang dilakukan. Lewat klub ini pula para wanita bisa bertanya mengenai prosedur yang akan dilakukan.

“Kehadiran klub-klub ini menjadi perpanjangan tangan kami untuk menyebarkan pentingnya pemeriksaan IVA dan SADARI. Sehingga lewat klub ini bisa berbagai pengalaman, bisa sharing pengalaman mengenai pemeriksaan IVA atau CBE bagi yang sudah melakukan. Bahwa tidak sakit kok dan tak perlu malu, ” kata dokter Lydia.

[ad_2]

Visit web sumber : KLIK DISINI

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.