Musibah Beruntun di Gunung Semeru, Perlukah Sistem Pendakian Dievaluasi?

Musibah Beruntun di Gunung Semeru, Perlukah Sistem Pendakian Dievaluasi?

106
0
Musibah Beruntun di Gunung Semeru, Perlukah Sistem Pendakian Dievaluasi?
Musibah Beruntun di Gunung Semeru, Perlukah Sistem Pendakian Dievaluasi?

[ad_1]

Berita [tooltip id=”92ba60178ace52ea3601ff3311e85d8d”]Riau Niaga, MALANG – Musibah beruntun yang dialami pendaki di Gunung Semeru hampir selalu terjadi di setiap musim pendakian. Mulai dari tersesat, cedera patah tulang, hingga meninggal dunia dan hilang, terjadi di rimba gunung tertinggi di Jawa ini.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Setidaknya ada beberapa kali insiden selama musim pendakian 2016. Kejadian terakhir menimpa Sahat M Pasaribu yang tidak tertolong nyawanya di kawasan Jambangan, sebuah tempat beristirahat yang berada sebelum pos terakhir pendakian, Kalimati.

Sahat adalah warga Sidamukti RT 03/RW 022, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Sebelum meninggal, Sahat mengeluh masuk angin dan berkali-kali muntah. Cuaca hujan dan angin kencang menambah kondisi fisik korban melemah hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir di hadapan rekan-rekannya.

Lima hari sebelumnya, tanggal 3 Oktober 2016, Chandra Hasan, pendaki asal Cakung, Jakarta Timur, juga meninggal saat mendaki Semeru.

Chandra juga diduga sakit. Ia mengeluh sakit dan sempat tidak sadar saat berada di blok Landengan Dowo. Jalur sebelum Pos 1 pendakian.

Pada medio September 2016, atau tanggal 13 September, pendaki asal Pekalongan, Jawa Tengah, Ziman Arofik, juga meninggal karena sakit.

#Rekomendasi :   Wuss...Melintasi Tol Terpanjang Cikapali Hanya 1,5 Jam

Pada 7 Juni, insiden dialami pendaki asal Swiss, Lionel du Creux, yang dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan. Pencarian Lionel bahkan sampai diperpanjang beberapa kali.

Insiden juga dialami dua pendaki asal Jawa Barat pada akhir Mei 2016. Zirli Gita Ayu Safitri dan Supyadi mengalami disorientasi medan saat turun dari puncak Mahameru. Keduanya lalu ditemukan selamat oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi lemas.

Menanggapi berbagai insiden yang terjadi di Semeru, salah satu anggota Gimbal Alas Indonesia 3676 mdpl, Teguh Poe Jatmono berpendapat perlu adanya evaluasi terkait proses registrasi dan perizinan mendaki Semeru.

“Tentunya ada yang perlu di evaluasi. Terutama soal surat keterangan sehat. Mestinya ada petugas medis yang bisa memastikan apakah seseorang itu layak naik gunung atau tidak,” kata Teguh, Sabtu (8/10/2016).

[ad_2]

Visit web sumber :[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] KLIK DISINI [tooltip type=”box” html=”Input Your Content Here” box_background_color=”#eeeeee” box_opacity=”0.95″ box_padding=”10″ box_border_color=”#3F3F3F” box_border_width=”1″ box_border_radius=”0″ id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb” /][tooltip type=”box” html=”Riau” box_background_color=”#eeeeee” box_opacity=”0.95″ box_padding=”10″ box_border_color=”#3F3F3F” box_border_width=”1″ box_border_radius=”0″ id=”92ba60178ace52ea3601ff3311e85d8d” /]

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.