Mario Belajar via Internet Cara Menyelundup di Roda Pesawat

Mario Belajar via Internet Cara Menyelundup di Roda Pesawat

379
0

garuda-indonesia_20150407_203525

PEKANBARU – VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto kepada Tribunnews.com di Jakarta menyebut aksi itu telah dipersiapkan Mario Steven Ambarita (21) dengan cukup matang.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Berdasar pengakuan Mario, pemuda itu telah mengamati kondisi Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru selama sepuluh hari. Termasuk mengamati kebiasaan pesawat berhenti sejenak di ujung landasan sebelum take off.

Ia juga telah mempelajari cara bagaimana ‘terbang gratis’, dengan menjadi penumpang gelap di roda pesawat, melalui internet. Hal itu ia pelajari sekitar satu bulan.

“Dia tahu, pesawat akan berhenti (di ujung landasan) sejenak sebelum tinggal landas. Nah, saat itulah dia masuk ke dalam roda pesawat. Ia masuk di dalam rongga-rongga ruang roda pesawat,” ujar Pujo.

Diduga saat pesawat berhenti itulah Mario melompati pagar pembatas bandara, lalu secepatnya berlari menuju roda belakang pesawat dan memanjatnya untuk ke kompartemen. Pujo menghitung, Mario hanya punya sedikit waktu yakni kurang dari lima menit, mulai dari melompati pagar hingga masuk ke ruang roda pesawat.

Diduga aksi nekat itu dilakukan Mario lantaran hasrat besar mengunjungi tanah kelahirannya, Jakarta. Di sisi lain, ia tidak punya cukup uang untuk membeli tiket pesawat.

“Ternyata dulu yang bersangkutan lahir di Jakarta dan besar di Pekanbaru. Selama 21 tahun besar di Pekanbaru. Dia punya keinginan sangat besar untuk ke Jakarta, namun tidak punya uang,” paparnya.Tribun Pekanbaru