Kampong Glam

Kampong Glam

744
0

image.img.png

Kampong Glam
Sepenggal Budaya Melayu
Nama dari kawasan historis yang tua namun menarik ini berasal dari Pohon Gelam, yang dahulu tumbuh dengan subur di daerah ini. Pada tahun 1822, lahan Kampong Glam secara resmi dialokasikan bagi kaum Melayu dan umat Muslim lainnya, termasuk komunitas pedagang Arab yang minoritas namun sukses. Pada tahun 1989, Urban Development Authority mengumumkan Kampong Glam sebagai area konservasi dan sebagian besar arsitekturnya yang asli telah direstorasi sekarang.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Untuk menjelajahi Kampong Glam, naik MRT dan turun di Stasiun MRT Bugis. Di dekat Stasiun MRT Bugis, Anda akan menemukan tempat perbelanjaan seperti Bugis Junction, Bugis Street Market yang ramai, dan tentu saja Kampong Glam. Deretan ruko konservasi yang dicat dalam warna yang ceria memenuhi Bussorah, Baghdad, dan Kandahar Street, dan banyak di antaranya ditempati oleh perusahaan desain dan perusahaan TI, restoran, jasa boga, galeri seni, dan toko kerajinan dan suvenir.

Di Muscat Street, Anda akan menemukan satu masjid yang terpenting di Singapura. Sultan Mosque pertama kali dibangun pada tahun 1826. Masjid ini sudah pernah dibangun kembali yang selesai pada tahun 1928, di mana menampilkan karpet yang disumbang oleh pangeran Arab Saudi. Seperti kebanyakan tempat ibadah keagamaan, Sultan Mosque memiliki aturan berpakaian yang konservatif. Jika Anda tidak berpakaian dengan tepat, namun ingin masuk ke masjid tersebut, ada jubah yang disediakan secara gratis.

Setelah mengunjungi Sultan Mosque yang bersejarah, pergilah ke Bussorah Street yang telah berubah menjadi kawasan bagi pejalan kaki yang ramai. Selama masa kolonial, area ini adalah kampung Arab dan dipergunakan untuk melayani kebutuhan religi komunitas Muslim. Sekarang ini, Anda dapat menemukan perpaduan yang eklektik dari toko-toko kuno dan baru yang menjual barang-barang khas Singapura seperti baju kebaya Singapore Airlines yang terkenal, perhiasan kecil, aksesori dan barang-barang kecil dekoratif, serta buku-buku yang berhubungan dengan budaya dan agama Muslim dan etnis Arab.

Dari Bussorah Street, lanjutkan perjalanan menarik Anda ke Muscat Street sebelum belok ke Arab Street, yang terkenal sebagai pusat tekstil pada tahun 1950-an dan 1960-an. Anda akan menemukan sutra, batik, renda, organza, dan bahan-bahan lain di sini, yang juga menyediakan jasa pemesanan dan penjahitan. Bawalah pulang pakaian khas Melayu tradisional atau modern yang sudah jadi, atau carilah berbagai macam permainan tradisional seperti Congkak (permainan dengan kelereng dan papan kayu), karpet, barang antik, dan kerajinan tangan dari rotan seperti keranjang anyaman untuk menghiasi rumah Anda.

Berjalanlah sampai di ujung Arab Street dan Anda akan tiba di North Bridge Road. Di toko-toko yang begitu banyak, Anda dapat menemukan kayu cendana, tasbih, penyangga buku yang secara khusus digunakan untuk Al Quran yang dikenal dengan nama ‘rehal’, sikat gigi dari kayu dan barang-barang unik lainnya untuk melayani komunitas Muslim.

Selama bulan puasa Ramadhan sampai ke Hari Raya Idul Fitri, Kampong Glam adalah tempat yang tepat jika Anda ingin merasakan pengalaman budaya dan perayaan-perayaannya. Jadwalkan kunjungan Anda untuk bersamaan waktunya dengan ‘buka puasa’ di sore hari dan saksikan Sultan Mosque dan Muscat Street menjadi semarak dengan berbagai kios yang menjual makanan lezat dan kerajinan tangan tradisional Melayu. Bergabunglah dengan berbagai kegiatan, seperti iftar (buka puasa), dan saksikan pertunjukan budaya yang meriah dan pertunjukan menganyam Ketupat.

Kampong Glam adalah permata dalam sejarah dan budaya Singapura. Sebagai sebuah tempat yang menakjubkan untuk merasakan keramahtamahan masyarakat Melayu dan belajar tentang kebiasaan umat Muslim, inilah salah satu kawasan etnis yang benar-benar tidak boleh Anda lewatkan. Yoursingapore.com

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.