Sukses atau Gagal ada di Tangan anda

Sukses atau Gagal ada di Tangan anda

109
0
banner-riauniaga-fb

Saat mulai kenal dunia kerja, bagaimana perasaan anda? Mungkin ragu-ragu, pesimis, atau bahkan tidak percaya bisa menjalaninya.
Ya… kadang memang begitulah kenyatannnya. Sering kita sendiri yang membuat “tembok penghalang” kesuksesan bagi diri kita. Kita terlalu pesimis memandang hidup. Seolah nasib yang tengah dialami tidak bisa diubah.
Begitupun mungkin dalam BISNIS INVESTASI. Para pemula yang berminat dengan internet marketing mungkin mengira bisnis ini sangat sulit dijalankan. Pertama kali kenal kita pasti tidak mudeng semua istilah yang ada di model bisnis ini. Pemahaman kita nol! Apalagi kalau kita malas belajar. Maka perasaan kita yang awalnya pesimis terhadap internet marketing akan makin terbukti.
Padahal, pasti jalan keluarnya adalah banyak belajar. Caranya bisa membaca, atau berdiskusi dan bertanya. Mau tidak mau kita harus berani bersusah payah demi menaklukkan ketidak-tahuan kita. Tidak ada ilmu yang datang sendiri tanpa dicari. Betul?
Kita sering lupa dengan lirik lagunya Bang Rhoma Irama,[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] “berakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.” Nah, itulah kenapa saya sering mengatakan kalau niat dan semangat adalah modal pertama dan utama. Tanpa niat dan semangat, kita tidak akan rela berakit-rakit dan berenang-renang?
Ok… selain sifat manusia yang kadang malas belajar, malas kerja keras, dan suka yang instan-instan, ada penyebab lain kenapa kita gagal di bisnis internet marketing. Apa saja itu? Anda penasaran?
1.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] Cepat menyerah. Kenapa anda mengalami kegagalan. Apa penyebabnya? Alasan utamanya karena kita terlalu cepat menyerah. Kita tidak bisa menjaga semangat secara teratur. Kita jadi terlalu bersemangat di awal dan cepat lelah setelahnya.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″]
2.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] [tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] Cepat bosan. Kita cepat bosan mengerjakan hal-hal yang detil. Misalnya, kita bosan melakukan riset. Atau, bosan menjaga pelanggan yang kita punya.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″]
3.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] Ingin sukses tanpa berusaha. Nah, ini salah satu kelemahan kita yang paling menyusahkan. Belum apa-apa menjalankan program kita sudah tidak tahan ingin mendapat banyak komisi.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″]
4. Mogok di tengah jalan. Kita gampang berhenti sebelum target kita tercapai. Misal, saat turun kelapangan, dengan banyak tantangan dan rintangan sebelum kita hadapai, belum selesai sudah berhenti.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″]
5.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] [tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] Miliki pengetahuan dasar. Kita bisa saja meminta bantuan orang lain untuk mengajarkan apa yang belum kita ketahui, terutama bidang yang berhubungan erat dengan pekerjaan kita. Jaring semua informasi mengenai pembendaharaan bisnis ini.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″]
6.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] Terlalu asyik belajar. Poin terakhir ini kebalikan dari poin di atas. Kita terlalu lama belajar dan belajar. Tanpa mau mengaplikasikan ke real Marketing, tanpa berpikir bahwa dengan kita langsung action pasti ada yang menjadi customers setia.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″]
Dari semua hambatan di atas, kira-kira apa ya solusinya?
Ya… sebaiknya kita pintar-pintar membagi waktu dan semangat. Ingat time is more than money. Waktu adalah salah satu penentu kesuksesan kita. Setiap detik adalah peluang mengantarkan kita lebih dekat dengan kesuksesan.
Belajar dari nol itu memang sulit. Tapi, bukan berarti tidak bisa kan? Dan, saat asyik-asyiknya belajar kita jangan terlena dan lupa dengan fokus. Fokus yang mana? Ya… menjual produk merchant. Ingat, meningkatkan pembelian produk adalah tujuan akhir dari Sale to End User Program. Semakin banyak produk merchant kita jual, semakin banyak komisi yang kita dapat.
Dan semua itu anda yang menentukannya sendiri. Kesuksesan atau kegagalan ada di tangan anda. Jadi silakan pilih…. Semua pilihan ada konsekuensinya. Dan jalani pilihan anda dengan sepenuh hati.
Selamat memilih![tooltip type=”box” html=”Input Your Content Here” box_background_color=”#eeeeee” box_opacity=”0.95″ box_padding=”10″ box_border_color=”#3F3F3F” box_border_width=”1″ box_border_radius=”0″ id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb” /]

#Rekomendasi :   Deklarasi Harta Luar Negeri Tax Amnesty Capai Rp 979 Triliun

SILAHKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.