Kemendikbud investigasi penyebab kematian siswa SMP Flora Bekasi

Kemendikbud investigasi penyebab kematian siswa SMP Flora Bekasi

734
0

 

 

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Senin,[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] 3 Agustus 2015
Pewarta: Joko Susilo
Kemendikbud investigasi penyebab kematian siswa SMP Flora Bekasi
Menbuddikdasmen Anies Baswedan (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Kalau memang terjadi karena MOS maka Kepala Sekolahnya harus ditindak, bisa langsung berhentikan, digantikan posisinya. Kalau sekolah swasta, izinnya bisa dicabut.”

Makassar (ANTARA News)[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi penyebab kematian siswa SMP Flora Bekasi, Evan Christoper Situmorang (12).

“Kasus ini akan kami tuntaskan sesudah investigasi lengkap. Kami ingin tahu apa yang terjadi,” kata Anies saat ditemui wartawan di sela kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu Malam.

Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan Evan siswa SMP Flora Bekasi, meninggal pada 30 Juli 2015 setelah mengalami sakit di kakinya yang diduga akibat mengikuti salah satu kegiatan MOS “cinta lingkungan” dengan berjalan kaki sekitar empat kilometer.

Anies mengatakan setelah ada kabar tersebut, tim investigasi yang dipimpin Inspektur Jenderal Kemendikbud Haryono Umar langsung bertindak dengan meminta keterangan dari berbagai pihak antara lain kepala sekolah, warga sekolah, keluarga termasuk kedua orang tua korban.

“Kami ingin mengetahui apa yang terjadi pada 7-9 Juli, lalu apa yang terjadi pada 30 Juli. Kira-kira 23 hari sesudah MOS saat itu kemudian meninggal,” katanya.

Anies mengatakan jika berdasarkan investigasi kematian Evan akibat MOS maka pihaknya akan memberikan sanksi kepada pihak sekolah.

“Kalau memang terjadi karena MOS maka Kepala Sekolahnya harus ditindak, bisa langsung berhentikan, digantikan posisinya. Kalau sekolah swasta, izinnya bisa dicabut,” katanya. Editor: B Kunto Wibisono //COPYRIGHT © ANTARA 2015[tooltip type=”box” html=”Input Your Content Here” box_background_color=”#eeeeee” box_opacity=”0.95″ box_padding=”10″ box_border_color=”#3F3F3F” box_border_width=”1″ box_border_radius=”0″ id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb” /]