Buya Syafii Geram dengan Sepak Terjang Bareskrim

Buya Syafii Geram dengan Sepak Terjang Bareskrim

297
0

Buya Syafii Geram dengan Sepak Terjang Bareskrim
Tokoh Nasional Buya Syafii Maarif (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan konsultasi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta,[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] 29 Juni 2015.

451435558238
Jakarta – Mantan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Achmad Syafii Maarif, mengaku geram dengan langkah Bareskrim Polri yang menetapkan dua petinggi Komisi Yudisial (KY), Ketua KY Suparman Marzuki dan komisioner KY Taufiqurrohman Syauri, sebagai tersangka pencemaran nama baik.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Apalagi, mengingat sebelumnya, Bareskrim juga menetapkan tersangka terhadap Komisioner KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, dalam dua kasus yang berbeda. Kebijakan yang sempat memunculkan wacana kriminalisasi KPK.

Menurut Buya Syafii, panggilan akrab Syafii Maarif, langkah penegak hukum yang mudah menersangkakan seorang petinggi lembaga negara telah melukai publik dan hukum.

Untuk itu, Buya Syafii, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, bertindak tegas dengan mencopot aparat penegak hukum yang mudah menetapkan seorang petinggi lembaga negara sebagai tersangka.

“Ada aparat yang jelas itu melukai publik, melukai hukum,[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] (harus) diganti. Kenapa sulit amat. Perintahkan Pak (Badrodin) Haiti untuk mengganti,” kata Buya Syafii usai berbuka puasa bersama di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/7).

Menurut Buya Syafii, aparat penegak hukum yang mudah menetapkan seorang petinggi lembaga negara sebagai tersangka menandakan aparat tersebut tidak percaya diri dan mentalnya tidak stabil.

#Rekomendasi :   SAKSI MENANGIS DI HADAPAN HAKIM SAAT MEMBERIKAN KETERANGAN'ATAS PEMBUNUHAN IBU NYA

“Itu (menandakan) pejabat yang tidak percaya diri. Mentalnya tidak stabil. Kok, mudah sekali menjadikan tersangka. Saya berharap bangsa ini jangan dipimpin oleh orang yang tidak karu-karuan ini,” tegasnya.

Buya Syafii mengaku prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia. Di mata Buya Syaffi, mudahnya penetapan Komisioner KY sebagai tersangka membuat kondisi hukum di Indonesia semakin tidak sehat.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] “Antara penegak hukum itu main kucing-kucingan. Itu menurut saya tidak sehat bagi Republik ini,” terangnya.

Seperti diberitakan, Suparman dan Taufiqurrahman resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap hakim Sarpin Rizaldi, Jumat (10/7). Sarpin melaporkan kedua petinggi Komisi Yudisial pada pertengahan Maret lalu.

Kedua komisioner dilaporkan dengan pasal 310 dan 311 KUHP. Pasal 310 KUHP mengatur soal pencemaran nama baik, sementara Pasal 311 KUHP soal pemfitnahan.

KY sendiri telah mengeluarkan rekomendasi sanksi skorsing nonpalu selama 6 bulan terhadap Hakim Sarpin. Rekomendasi sanksi ini dijatuhkan KY terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Sarpin saat mengadili perkara praperadilan yang dimohonkan Komjen Budi Gunawan (BG) terkait penetapan tersangka oleh KPK.
Fana Suparman/ED//sumber:beritasatu.com[tooltip type=”box” html=”Input Your Content Here” box_background_color=”#eeeeee” box_opacity=”0.95″ box_padding=”10″ box_border_color=”#3F3F3F” box_border_width=”1″ box_border_radius=”0″ id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb” /]