Menkes RI: Rokok Elektrik Bahayakan Paru-paru

Menkes RI: Rokok Elektrik Bahayakan Paru-paru

723
0

2212516
Menkes RI: Rokok Elektrik Bahayakan Paru-paru
Oleh : Mia Umi Kartikawati
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F Moeloek –[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] (Foto: istimewa)
TUTELAH.COM- Jakarta[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] [tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila F Moeloek menegaskan bahwa rokok elektrik membahayakan paru-paru.

Peredaran rokok elektrik sudah dilarangan Menteri Perdagangan R Rahmat Gobel, karena sangat tidak baik dikonsumsi.

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

“Rokok elektrik itu sudah ada larangannya dari menteri perdagangan. Saya enggak gitu yakin, karena nikotinnya dicairkan apa mungkin lebih banyak atau mungkin bisa lebih sedikit, yang terpenting itu uapnya yang masuk ke paru – paru itu sangat membahayakan dan merusak paru – paru,” ujar Menkes kepada wartawan di kantornyaI,

#Rekomendasi :   Kapolres Rohil Peringati Nuzul Qur'an dan Santuni anak Yatim.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), dan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), menunjukkan terjadi peningkatan prevalensi perokok usia 15 tahun ke atas, yaitu 27 persen (Susenas 1995),[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] 31,5 persen (SKRT 2001),[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] 34,4 persen (Susenas 2004),[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] 34,7[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] (Riskesdas 2007), dan 36,3[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] (Riskesdas 2013).inilah.com[tooltip type=”box” html=”Input Your Content Here” box_background_color=”#eeeeee” box_opacity=”0.95″ box_padding=”10″ box_border_color=”#3F3F3F” box_border_width=”1″ box_border_radius=”0″ id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb” /]