Prihatin, KSAD Minta Pelaku yang Tewaskan Anggota TNI AU Diproses Hukum

Prihatin, KSAD Minta Pelaku yang Tewaskan Anggota TNI AU Diproses Hukum

275
0

000737_152720_img_20150602_135752

Pengeroyokan Anggota TNI AU
Prihatin, KSAD Minta Pelaku yang Tewaskan Anggota TNI AU Diproses Hukum
Elza Astari Retaduari – detikNews

Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
http://ukmriau.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by Berita Riau Niaga

Prihatin, KSAD Minta Pelaku yang Tewaskan Anggota TNI AU Diproses Hukum
Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo merasa prihatin dengan pertikaian antara Grup 2 Kopassus dengan anggota TNI AU. Gatot pun disebut meminta agar pelaku diproses secara hukum.

“KSAD sudah tahu. Beliau merasa prihatin dan meminta agar pelaku diusut dan kasusnya diselesaikan dengan prosedur hukum,” ungkap Kadispen TNI AD Brigjen Wuryanto saat dihubungi, Selasa (2/6/2015) malam.

Kopassus sendiri, kata Wuryanto, tidak akan melindungi anggotanya yang terbukti terlibat. Mengenai sanksi yang akan dijatuhkan, TNI AD menyerahkan sepenuhnya pada pengadilan militer.

“Kita nggak berandai-andai, yang jelas di situ penanganan hasil penyelidikan Pom nantinya diserahkan ke Pengadilan Militer,” kata Wuryanto.

#Rekomendasi :   Mampukah Teknologi Gantikan Peran Polantas?

“Belum tahu apa sanksinya, tergantung KUHP Militer. Bisa kurungan atau pemecatan,” sambung Jenderal Bintang 1 itu.

Sebelumnya diberitakan, Grup 2 Kopassus melakukan pengroyokan terhadap 4 anggota TNI AU di sebuah Kafe yang berada di Sukoharjo, Jateng, pada Minggu (31/5) malam. Dalam peristiwa ini, seorang anggota TNI AU bernama Serma Zulkifli tewas.

Tiga rekan Serma Zulkifli pun mengalami luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Danjen Kopassus Mayjen Doni Monardo sudah menyatakan bela sungkawa dan permohonan maafnya kepada seluruh anggota TNI AU dan keluarga korban.

“Korban semua disantuni. Sementara yang meninggal dapat santunan Rp 100 juta untuk keluarganya,” tutup Wuryanto.//detiknews.com