Pengertian Bid’ah

    105
    0
    banner-riauniaga-fb

    Salam Hangat Sahabat

    Bid’ah ya inilah kata-kata yang sangat sering didengar untuk saat ini, oleh karena itu sebelum kita menjadi kebiasaan lidah ini menuduh orang bid’ah alangkah baiknya kita mengetahui pengertian bi’dah itu.

    Jasa Pembuatan Web Murah
    Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
    http://riauwebdesign.com

    Informasi & Peluang Bisnis UKM Riau
    Info Peluang Usaha & Promosi Usaha UKM, Iklankan Usaha anda di UKM Riau, Tertarget!
    http://ukmriau.com

    Situs Iklan Gratis Pekanbaru
    Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
    http://raiuniaga.com

    Belajar Bisnis Internet Gratis
    Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
    http://fullblogging.com

    Ads by Berita Riau Niaga

    Yang dimaksud dengan bid’ah ialah sesuatu bentuk ibadah yang dikategorikan dalam menyembah Allah yang Allah sendiri tidak memerintahkannya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam  tidak menyontohkannya, serta para sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam  tidak menyontohkannya.

    Kewajiban sebagai seorang muslim adalah mengingatkan amar ma’ruf nahi munkar kepada saudara-saudara seiman yang masih sering mengamalkan amalan-amalan ataupun cara-cara bid’ah.

    Alloh berfirman, dalam QS Al-Maidah ayat 3,[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” Jadi tidak ada satu halpun yang luput dari penyampaian risalah oleh Nabi.[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] Sehingga jika terdapat hal-hal baru yang berhubungan dengan ibadah, maka itu adalah bid’ah.


    “Kulu bid’ah dholalah…”[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] semua bid’ah adalah sesat (dalam masalah ibadah).[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] “Wa dholalatin fin Naar…” dan setiap kesesatan itu adanya dalam neraka.


    Beberapa hal seperti speaker, naik pesawat, naik mobil, pakai pasta gigi, tidak dapat dikategorikan sebagai bid’ah. Semua hal ini tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk ibadah yang menyembah Allah. Ada tata cara dalam beribadah yang wajib dipenuhi, misalnya dalam hal sembahyang ada ruku, sujud, pembacaan al-Fatihah, tahiyat, dst. Ini semua adalah wajib dan siapa pun yang menciptakan cara baru dalam sembahyang, maka itu adalah bid’ah. Ada tata cara dalam ibadah yang dapat kita ambil hikmahnya. Seperti pada zaman Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menggunakan siwak, maka sekarang menggunakan sikat gigi dan pasta gigi, terkecuali beberapa muslim di Arab, India, dst.

    Menemukan hal baru dalam ilmu pengetahuan bukanlah bid’ah, bahkan dapat menjadi ladang amal bagi umat muslim. Banyak muncul hadits-hadits yang bermuara (matannya) kepada hal bid’ah. Dan ini sangat sulit sekali untuk diingatkan kepada para pengamal bid’ah.

    Jadi sangat jelas pengertian bid’ah adalah yang berkenaan dengan hal ibadah. Tapi ibadah yang mana dulu? karena makna ibadah sangat luas. Seyum itu ibadah, mencari ilmu ibadah, nikah ibadah, baca qur’an ibadah. Bahkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan yang bersifat baik dengan didasari niat Allah SWT bisa dikategorikan ibadah.

    Contohnya : kita berangkat kerja dengan menggunakan motor dan bekerja kita ini dilandasi niat karena Allah,[tooltip id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb”][tooltip id=”8e12b236ba2d80140b311f3d65fce0e3″] maka itu disebut ibadah. Nah kalau kita mengartikan ibadah secara universal. Maka tindakan kita itu disebut Bid’ah karena kita memakai motor yang pada jaman Nabi SAW, motor tidak ada dan nabi tidak mencontohkannya untuk naik motor tapi naik unta 🙂

    Tapi yang dimaksud dalam pengertian ibadah dalam bab bid’ah ini adalah lingkup ibadah yang hanya terkait dengan ibadah ubudiyah, ibadah penyembahan kepada Allah SWT. Contohnya shalat, puasa. dan lainnya. Misalnya shalat magrib kita tambahkan menjadi 4 rakaat, karena kalau tambah banyak rakaat itu tambah baik. Nah inilah yang disebut bid’ah dhalallah. Terus puasa ramadhan kita perpanjang jadi 2 bulan.

    Intinya janganlah kita mudah menjustise seseorang melakukan bid’ah tanpa didasari dengan landasan yang kuat. bertabayun lebih baik daripada kita dengan serampangan mengumbar kata bid’ah kepada semua orang.

    Semoga Bermanfaat

     [tooltip type=”box” html=”Input Your Content Here” box_background_color=”#eeeeee” box_opacity=”0.95″ box_padding=”10″ box_border_color=”#3F3F3F” box_border_width=”1″ box_border_radius=”0″ id=”4a37031aeb58ce2f356b569b3bd618fb” /]

    SILAHKAN KOMENTAR

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.